Minggu, 23 Januari 2011

POLITIK DAN SEPAK BOLA


Teriakan-teriakan untuk turun terhadap Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI semakin keras.  Akan tetapi teriakan-teriakan masyarakat yang menuntutnya untuk turun seakan tak didengarnya.
Setelah timnas senior Indonesia gagal pada Piala AFF kemarin menjadi puncak kekesalan para pecinta sepak bola terhadap ketua umum PSSI tersebut. Dan juga yang bikin kesal para pecinta sepak bola sekarang ini, Nurdin Halid mencampur adukan antara sepak bola dan politik. Padahal sebelum pagelaran Piala AFF  Nurdin Halid mengatakan “janganlah sepak bola ini di politisasi. Krena sepak bola milik rakyat. 


Tapi pernyataannya diatas  sangat bertentangan sekali dengan pernyataanya sekarang ini. Saat menghadiri pendeklarasian calon gubernur Sulteng dan wakilnya di Gedung Olahraga Siranindi, Palu,  kesuksesan timnas senior di piala AFF kemarin adalah hasil dari kerja keras saya dan Golkar.
Salah seorang  pecinta sepak bola yang bernama Rahmi pun menyatakan sangat stuju jika Nurdin Turun sebaagai ketua umum PSSI, karena menurutnya sosok  Nurdin dinilai trlalu otoriter dan dia memanfaatkan dunia sepak bola sebagai kendaraan politiknya. Jadi seharusnya jangan mencampur adukkan anatara dunia politik dengan sepak bola. Sepak bola itu bukanlah alat atau  mainan politik. Terus jg dikuatkan dengan nurdin yang  perrnah tersandung dengan kasus korupsi. Jadi intinya saya sangat setuju sekali jika Nurdin Halid turun sebagai ketua umum PSSI. (Soleh)

Nurdin (kiri) sedang berjabat tangan dengan Presiden SBY



Tidak ada komentar:

Posting Komentar