Senin, 14 Februari 2011

Hobi Dan Nilai Kejuangan


Hobi identik dengan mengeluarkan banyak uang. Namun , bagi pecinta motor tua pabrikan Italia (Vespa), Tedy Permana pemuda kelahiran Bandung 31 tahun silam, dalam hal ini Tedy menjadikan hobi sebagai hal
yang bermanfaat bagi dirinya dan juga orang lain, karena selain dapat mendatangkan banyak uang, Tedy pun berhasil membuka lapangan kerja serta membagikan ilmu yang akhirnya orang lain mampu melakukan apa yang Tedy lakukan, seperti pekerjaan yang sedang ia geluti sekarang yakni bidang otomotif specialis vespa. Sebagai seorang yang suka mengendarai vespa dengan jarak tempuh yang jauh, TB, pangilan akrabnya sering melakukan touring keberbagai kota bahkan ke luar provinsi Jawa Barat dengan mengendarai vespanya.
“Hobi saya mengkoleksi vespa tahun tua serta bepergian jarak jauh. Hal ini tentunya tidak lepas dari peran saya di salah satu organisasi pemuda di bidang otomotif roda dua kelas vespa di Bandung. Saya berfikir bagaimana mendatangkan keuntungan dari hobi tersebut. Makannya saya terjun langsung di dunia perbengkelannya,”ungkap TB.
Kecintaanya terhadap kendaraan ini mulai timbul sejak SMP, sedangkan untuk memulai bisnisnya sekitar 12 tahun yang lalu.”Memang dari SMP saya sudah tertrarik terhadap kendaraan pabrikan Italia ini, ketertarikan saya untuk membuka bengkel vespa berawal dari keingintahuan serta selalu mencontoh apa yang sudah dilakukan seorang mekanik ketika vespa saya mengalami kerusakan, lalu saya praktekan itu kembali di rumah,”kata TB.
Selain memiliki kempuan dalam bidang mesin TB pun  memiliki pengalaman dalam berorganisasi dibidang kepemudaan otomotif yang sudah mencakup tingkat daerah, menurutnya selain hobi yang tujuannya untuk melestarikan vespa yang antique dan klasik ini, TB pun ingin merangkul para pemuda untuk bergabung dan mengkoordinirnya serta mengarahkan para pemuda agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan public serta melanggar hukum. Vespa Antique Club (VAC) adalah oraganisasi otomotif yang ia geluti serta ia mampu hidup di organisasi ini. Suami dari Retsi Fiziati ini memulai karirnya di organisasi ini pada tahun 1995 dengan menjadi anggota yang legal dengan nomor registrasi anggota 89 yang sekarang anggota VAC tersebut sampai tahun 2011 ini sudah mencapai 4.000 lebih anggota dan itu hanya di wilayah Bandung saja,belum di daerah lain dan juga di provinsi seperti Sumatra. Selain harus mengurus bengkelnya, TB-pun yang menjabat sebagai Ketua Bandung raya dimulai dari tahun 2007-2010 serta di pilih kembali untuk periode 2010-2013. Tb pun harus memikirkan bagaimana cara untuk mengkoordinir anggotanya dan menjadikan anggotanya berkualitas serta bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya . salah satu program VAC Bandung Raya dalam upaya menjadikan anggotanya menjadi manusia yang berkualitas serta tidak menyalahi aturan dan sering kali pengguna motor yang akhir-akhir ini mencuat di public tentang citra bahwa club motor itu adalah geng motor, saat diberikan pertanyaan seperti itu TB pun menerangkan bahwa VAC ini bukan lah sebuah gerombolan geng motor yang selama ini sering meresahkan masyarakat, melainkan salah satu Club otomotif  yang legal di mata hukum “Jadi jika anggota kita menyalahi aturan, maka harus di tindak secara tegas sesuai dengan hukum yang ada,”ucapnya. selain itu untuk meyakinkan masyarakat bahwa VAC ini adalah Club otomotif yang peduli akan lingkungan serta tidak perlu untuk di takuti, VAC sering melakukan kegiatan baksi social serta melakukan kegiatan-kegiatan yang memicu anggotanya untuk bertingkah laku baik.” Kita dalam melakukan pendekatan dan menepis bahwa VAC adalah bagian geng motor, kami selalu melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang  agar kita dapat dipercaya oleh masyrakat bahwa kita adalah club otomotif yang bertujuan untuk menampung pemuda yang hobi terhadap vespa serta yang peduli akan  tanah air,”ujar pemuda kelahiran Bandung 20 juni 1979.
Melihat pergaulan pemuda pada jaman sekarang yang begitu sangat menghawatirkan dengan banyaknya pemuda yang menggunakan narkoba, sex bebas serta yang lupa akan norma-norma yang ada, TB menerangkan tentang hal ini, bahwa semua ini adalah akibat globalisasi serta dampak dari luar, maka dari itu TB dengan tunggangannya menjadi seorang ketua di VAC, menghimbau serta menekankan kepada seluruh anggotanya untuk tidak melakukan hal diluar nilai-nilai yang berlaku, serta jika ada salah satu anggotanya yang melaukan hal tersebut maka akan di keluarkan dari keorganisasian serta di tindak secara tegas.”kami akan menindak anggota kami secara tegas jika melakukan tindakan yang melanggar hukum,”tegasnya.
Dalam organisi ini terdapat juga nilai-nilai solidaritas sesama angota serta nilai-nilai kepahlawanan yang di tanamkan kepada seluruh anggota yang ada di Indonesia ini. Antara lain dilihat dari sisi solidaritas yakni sesama anggota ataupun pengguna vespa lainnya selalu membantu jika ada masalah di jalan baik itu masalah mesin ataupun yang lainnya, meskipun kita sebelumnya tidak saling mengenal.
Jika dilihat dari sisi kepahlawanan TB menerangkan tolak ukur untuk nasional ataupun organisasi ini salah satunya ialah mengenang 28 Oktober ( Hari Sumpah Pemuda ), ”menurut saya itu adalah salah satu nilai kejuangan karena dengan mengenang 28 oktober para pemuda khususnya anggota VAC mampu memegang teguh nama baik Organisasi sebagai mana salah satu janji Sumpah pemuda yang menyatakan bahwa Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia. Disini anggota VAC dari seluruh Indonesia dituntut agar berjuang demi mempertahankan nama baik organisasi bangsa dan negara,”tandasnya.***(Algy M Gifari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar