Selasa, 11 Januari 2011

Lele Terbesar di Indonesia dari Cileunyi

SEBAGIAN orang pasti mengetahui tentang jenis ikan lele. Namun mungkin hanya satu jenis saja yang diketahui banyak orang tentang lele. Yakni lele dumbo yang berkumis, berlendir, dan memiliki senjata yakni patilnya yang beracun.

Sebetulnya ada jenis lele yang lebih besar dari lele dumbo. Mereka biasa menyebutnya lele sangkuriang. Jenis lele ini berasal dari wilayah Cianjur, berat lele ini pun bisa melebihi berat lele yang sering dijadikan bahan konsumsi sehari-hari sebagai pecel lele.

Pak Adet Suherman, kelahiran Bandung 1961, warga Kp. Cibolelang, RT 04/ RW 09 Desa Cinunuk, Kec. Cileunyi, Kab. Bandung, telah berhasil membudidayakan lele jenis sangkuriang di daerahnya dengan menangkarnya. Akhirnya menghasilkan bibit lele sangkuriang jumbo dengan berat paling besar sampai saat ini adalah 6 kg. Kurang lebih sebesar betis orang dewasa. Untuk meghasilkan bibit indukkan lele sangkuriang dengan berat 6 kg, Pak Adet membutuhkan waktu yang cukup lama yakni selama 3-4 tahun.

Sangat aneh sekali bagi masyarakat yang melihat dan mendengar jenis lele sangkuriang ini. Soalnya mungkin masyarakat hanya mengenal jenis lele seperti yang ada di warung pecel sehingga lele sangkuriang sangat asing di telinga dan di mata masyarakat. Di daerah asalnya Cianjur, lele tersebut tidak sebesar dan seberat yang dihasilkan Pak Adet. Berat lele sangkuriang yang ada di Cianjur hanya 2-3 kg. Namun lele yang di hasilkan Pak Adet dua kali lipat lebih besar dari aslinya. Menurut Adet, lele-lele ini bisa menjadi sebesar ini berkat perkawinan silang antara lele dumbo dan lele sangkuriang. Dengan adanya perkawinan silang antara lele-lele tersebut, terlahirlah indukan lele sangkuriang ini. Mungkin lele ini merupakan lele terbesar di dunia.

Mengenai perawatannya, Adet menyatakan, sebenarnya sangat mudah dan sederhana. Lele tersebut hanya diberi daging keong sawah yang sudah direcah atau sisa makanan manusia yang masih layak. Tempat budi dayanya pun tak bisa di mana saja. Baik kolam berlumpur ataupun kolam lainnya. Ia menyebutkan, dari 15 ekor ikan lele, yakni 10 ekor betina dan 5 ekor lele jantan, maka bisa menghasilkan sebanyak 50.000 telur. Dari jumlah tersebut, ia menyatakan, sekitar 80%-nya akan menetas.

Untuk membedakan jenis kelamin lele sangkuriang, Adet mengatakan, hal itu dapat dilihat dengan cara melihat bawah badan si lele. Untuk yang berjenis kelamin jantan condong menjorok ke dalam dan untuk betina lebih terlihat ada benjol merah keluar.

Terkait harga, lele sangkuriang yang berukuran jumbo ini adalah Rp 30. 000-Rp 50.000/kg. Tingginya harga lele tersebut karena bukan untuk dikonsumsi manusia melainkan untuk bibit indukan. (algi / UAS)***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar