Selasa, 09 November 2010

Tim Basket Unikom Gagal Latihan karena Hujan

Skuard Tim Basket Unikom 2010 untuk Libama Divisi II Di Bogor Senin (29/11) yang akan datang.

Tim Bola Basket Unikom Bandung gagal melakukan latihan di lapang Sabuga ITB Bandung. Selasa (9/11) sore. Di sebabkan cuaca hujan yang begitu deras sehingga tim hanya melakukan pemanasan dan latihan fisik di area sabuga yang terhingar dari hujan. Dalam waktu terdekat ini Tim bola basket putra Unikom akan menghadapi liga basket antar mahasiswa (Libama Divisi II) yang akan di gulirkan di kota Bogor . Untuk menghadapi Libama divisi II ini , Program latihan akhir-akhir ini lebih di tingkatkan. Seprti yang di katakan oleh Mas Beng kepala pelatih basket Unikom menuturkan  bahwa anak asuhnya dalam mengadapi event ini harus lebih di tingkatkan baik iu dalam porsi latihan ataupun fisik.”Untuk mencapai target lolos di divisi II ini, saya lebih memberikan porsi lebih dari sisi fisik karena anak-anak, yang saya lihat sampai sekarang dalam fisiknya masih sangat kurang bahkan lebih dari kurang,”Tuturnya. Sedangkan menurut Tomy ketua UKM basket Unikom Bandung mengatakan bahwa akhir-akhir ini selalu mengahdapi kendala cuaca di setiap akan melakukan latihan.”kami selalu menghadapi kendala hujan bila akan melakukan latihan di sore hari di outdor, kenapa kita tidak memilih di dalam ruangan untuk berlatih, karena bila kita menyewa gor kita akan mengluarkan biaya yang cukup tinggi sedangkan subsidi dari kampus tidak mencukupi,”Katanya disela-sela hujan.***(T-1/Algi).

Keindahan Situs Megalitik Gunung Padang


Sebuah situs Megalitik Gunung Padang yang terletak di sebuah Desa yang tenang, jauh dari kebisingan suara kendaraan bermotor yaitu desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur dipercayai oleh para ahli Arkeologi sebagai situs Megalitik terbesar di Asia Tenggara. Sebuah peninggalan prasejarah di Provinsi Jawa Barat yang sangat potensial menjadi tujuan wisata budaya yang bernilai ekonomi tinggi. Namun, sungguh sangat di sayangkan situs megalitik ini kurang  mendapat perhatian dari pemerintah daerah sehingga terlihat kurang terawat dengan baik. Selain itu, jarak yang cukup jauh dari jalan negara Cianjur-Sukabumi (20 km lebih) dengan jalan yang sempit berliku-liku dan beraspal tipis sehingga mudah hancur oleh satu kali musim hujan, menjadi kendala pertama para calon pelancong.
ketika akan mendekati lokasi situs, kendala lain sudah menghadang pula, tidak adanya penunjuk arah menuju lokasi situs membuat para pelancong yang akan berkunjung ke lokasi situs menjadi bingung, dan jalan yang sangat rusak menambah sulitnya menuju situs megalitik gunung padang.
Menyadari banyaknya kendala pengembangan di balik potensi wisata yang luar biasa ini, Balai Pengelolaan Purbakala dan Nilai-nilai Sejarah Tradisional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, pernah mengadakan kegiatan positif berupa "Bakti Wisata" yang diikuti oleh masyarakat dan mahasiswa. Kegiatan itu, diharapkan dapat merintis pengembangan ke arah wisata yang lebih baik dan menarik perhatian serius penanganan situs yang menjadi jalur budaya Megalitik Asia-Pasifik ini
Tetapi, bagi para pelancong yang ingin mendapatkan nilai lebih dari aktivitas berwisatanya, rasanya kendala tersebut justru menjadi bagian dari perjalanannya yang akan menjadi catatan pengalaman yang mengasyikkan

(T2/Moch Solehudin).

Cisaranten Dilanda Hujan Angin

nampak rumah warga yang rusak akibat terpaan hujan angin
Hujan lebat di sertai hujan angin kencang, melanda daerah bandung dan sekitarnya khususnya daerah cisaranten, selasa (9/11) sekitar pukul 15.00 WIB. Akibat guyuran hujan beberapa titik jalan mengalami banjir cileuncang yang cukup tinggi. Selain itu, sejumlah genting rumah-rumah warga sekitar cisarantenjuga berjatuhan.

Pemadam Kesulitan Menjinakan Si jago Merah

Padatnya rumah penduduk membuat para petugas Pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran Kota Bandung (DISKAR), sangat kesulitan untuk memadamkan sumber api yang membakar salah satu rumah di kampung Haur Pancur, kel Lebak gede, kec Coblong, Kota Bandung pada Senin (8/11) malam. Selain itu, warga yang bekumpul di sekitar lokasi kejadian menambah sulitnya para petugas untuk memadamkan api.
  

Menurut salah satu petugas pemadam kebakaran yang berada di lokasi kejadian, menuturkan " kami sangat kesulitan untuk menuju sumber titik api, selain banyaknya warga yang berkumpul, padatnya rumah penduduk juga membuat kami bingung untuk menemukan sumber api. melihat saling berdempetannya rumah-rumah warga sekitar membuat Petugas itu pun menghawatirkan jika sumber titik api tidak segera dipadamkan api akan menjalar ke rumah lainnya. Dan itu akan sangat merugikan sekali, Terangnya.
 

Sementara itu, sejumlah warga yang rumahnya berdekatan dengan sumber api, sibuk menyelamatkan barang-barangnya untuk di evakuasi. karena ditakutkan api akan menjalar kerumah lainnya.  
Sekitar pukul 20.00 WIB petugas pemadam kebakaran yang dibantu warga sekitar berhasil memadamkan api. Unuk memadamkan api, DISKAR Kota Bandung menerjunkan sekitar 5 unit mobil pemadamnya.Dan penyebab kebakaran pun belum dapat dipastikan. (T1/moch solehudin)


     








      

Hujan lumpuhkan Kota Bandung



Hujan deras  yang mengguyur Kota Bandung sejak pukul 13.30 WIB selasa (9/11) mengakibatkan

banjir di sejumlah titik. bahkan di ruas Jalan Djunjunan atau Pasteur tingginya mencapai

paha orang dewasa. Banjir tersebut membuat kemacetan yang sangat parah.

Titik banjir yang paling parah terjadi di depan mal BTC. Kondisi lalu lintas benar-benar

lumpuh total. kedua ruas jalan tak bisa dilalui oleh para pengendar sepeda motor dan juga

mobil. 

 Banyak sekali dari para pengguna jalan yang memutuskan untuk memutar jalan. karena jalan

yang tidak mungkin dapat dilalui. tapi ada juga yang terpaksa harus menunggu surutnya

genangan air, karena terjebak didalam kemacetan.

Salah satu pengendara motor yang terjebak didalam kemacetan menuturkan, "banjir kali ini

sangat parah, padahal biasanya setiap hujan besar sekalipun tidak sampai separah ini,

"tuturnya".

Hingga berita ini dikabarkan, kemacetan di arah pasopati menuju ke pintu tol pasteur masih terlihat padat. (T3/moch solehudin)

Senin, 08 November 2010

Pesantren Sukamiskin, Banyak Pahlawan dan Ulama Besar Berasal dari Pesantren ini

lubang pasca pemboman oleh tentara jepang

Pesantren Sukamiskin, Pesantren Tertua Di Bandung
Tidak sedikit ulama-ulama dan para Kyai yang sekarang mempunyai nama serta berpengaruh besar dalam masyarakat priangan khususnya dan masyarakat daerah Jawa Barat umumnya adalah hasil gemblengan dan godogan ilmu di Pondok Pesantren Sukamiskin
Banyak yang tidak menyangka pesantren sukamiskin telah berdiri cukup lama, dan banyak menghasilkan para kyai yang akhirnya mendirikan pesantren-pesantren di kota Bandung. Pondok Pesantren Sukamiskin berada di bawah pimpinan KH.R. Muhammad Alqo selama kurang lebih 29 tahun yakni dari tahun 1881 M sampai dengan 1910 M atau tahun 1300 H sampai dengan 1329 H. Dalam jangka waktu sekian ini beliau berhasil mendidik siswa-siswanya sehingga menjadi ulama besar, sebagai salah satu dari pada murid beliau adalah yang menjadi Pahlawan Nasional K.H. Zainal Musthofa almarhum. “Pesantren Ini Cukup Berperan Dalam Sejarah Perkembangan Pesantren Di Bandung,Selain Itu Juga Menghasilkan Lulusan Yang Juga Menjadi Pahlawan Nasional, Semisal KH. Zainal Mustofa Yang Gugur Sebagai Syuhada Ketika Melawan Penjajah” tutur Fiqi, putera dari pimpinan pesantren ini.
Dalam periode ke II, yaitu setelah K.H.R. Muhammad Alqo mengakhiri hayatnya, pimpinan Pondok Pesantren beralih pada puteranya 

Masjid Al Imtizaj, Mesjid Baru Bergaya Etnis Tionghoa Di Bandung

kehadirannya diharapkan dapat menyatukan etnis tionghoa dan pribumi dalam satu agama


Satu lagi mesjid etnis tionghoa baru di Bandung, tepatnya di Jalan Banceuy No.8 atau yang dulu gedung tersebut lebih dikenal dengan nama Rumah Matahari yang sekarang diganti namanya menjadi Gedung Abdurrahman Bin Auf Trade Center (ATECE). Pada saat saya berkunjung, dari kejauhan sudah terlihat nuansa merah menyala dari arah bangunan masjid, Dengan ciri khas bangunan asli tionghoa sungguh sangat menarik perhatian setiap orang yang melewati jalan banceuy. “Masjid Al-Imtizaj mempunyai arti Pembauran atau dalam bahasa tionghoanya yaitu Ronghe” tutur irwan setiawan salah seorang pengurus bidang umum dari Masjid Al Imtizaj.