Senin, 08 November 2010

Masjid Al Imtizaj, Mesjid Baru Bergaya Etnis Tionghoa Di Bandung

kehadirannya diharapkan dapat menyatukan etnis tionghoa dan pribumi dalam satu agama


Satu lagi mesjid etnis tionghoa baru di Bandung, tepatnya di Jalan Banceuy No.8 atau yang dulu gedung tersebut lebih dikenal dengan nama Rumah Matahari yang sekarang diganti namanya menjadi Gedung Abdurrahman Bin Auf Trade Center (ATECE). Pada saat saya berkunjung, dari kejauhan sudah terlihat nuansa merah menyala dari arah bangunan masjid, Dengan ciri khas bangunan asli tionghoa sungguh sangat menarik perhatian setiap orang yang melewati jalan banceuy. “Masjid Al-Imtizaj mempunyai arti Pembauran atau dalam bahasa tionghoanya yaitu Ronghe” tutur irwan setiawan salah seorang pengurus bidang umum dari Masjid Al Imtizaj.

Rabu, 20 Oktober 2010

Jabar Sabet Juara Umum di Popwilnas 2010 Sumatra Selatan

KONTINGEN Jawa Barat (Jabar) pada Popwilnas 2010 Palembang Sumatra Selatan, telah meraih hasil yang sangat memuaskan, seperti apa yang telah di ungkapkan oleh ketua kontingen Jabar pada Popwilnas ini Tries M Hafied. Menuturkan kepada tim Motekar bahwa apa yang telah diraih oleh Kontingen Jabar pada Popwilnas kali ini adalah buah hasil dari kerja keras melalui kebersamaan dan kekompakan yang telah di tunjukan oleh para atlet dan official.”Alhamdulillah semua sesuai dengan harapan kita, kita mampu menempati tempat yang terbaik di ajang Popwilnas ini dengan menjadi Juara umum,”Tuturnya Tries pada saat ditemui di ruang kerjanya.

Popwilnas kali ini merupakan babak kualifikasi untuk Popnas yang akan datang, dari keseluruhan cabor yang dipertandingkan di Popwilnas ini yakni 8 cabor dan semuanya lolos. Popwilnas kali ini dari 43 medali emas yang diperebutkan dari keseluruhan cabor, kontingen Jabar berhasil meraih 22 medali emas, 8 medali perak dan 2 medali perunggu. Yang akhirnya Jabar meraih tempat yang terbaik yakni menjadi juara umum. Di ikuti pesaing beratnya DKI Jakarta, di Popwilnas ini dan DKI harus puas berada di posisi kedua dengan meraih hasil akhir 8 medali emas, 12 medali perak, dan 6 medali perunggu. Sedangkan di posisi ketiga yang berperan sebagai tuan rumah yakni Sumatra selatan harus puas juga dengan apa yang telah dicapainya dengan meraih keseluruhan dari 43 medali emas tuan rumah berhasil mengumpulkan 5 medali emas, 7 medali perak, dan 15 medali perunggu. Tries menambahkan bahwa hasil dari Popwilnas ini mudah-mudahan dapat memperbaiki Popnas yang akan datang, setelah pada tahun sebelumnya kontingen Jabar hanya mampu menempati posisi ke empat.”Mudah-mudahan nanti di Popnas yang akan diselenggarakan di Jogja Jawa Tengah kita mampu menduduki minima di tiga besar,”Tambahnya.

Sementara itu Nandang Rukanda Kepala Seksi Bidang Olahraga Disorda Jabar pun tidak ketinggalan untuk mengungkapkan rasa bangganya dan kepuasannya setelah apa yang telah diraih oleh para kontingen Jabar pada saat bertanding di Popwilnas 2010 Palembang lalu, beliau mengungkapkan rasa puasnya secara keseluruhan terhadap penampilan perfoam para atlet pelajar kontingen Jabar.” Secara Keseluruhan kami puas dengan penampilan atlet pelajar kontingen Jabar pada saat bertarung di Popwilnas lalu,”Katany.

Hasil yang telah di tunjukan oleh kontingen Jabar merupakan hasil dari potensi Jabar untuk pelaksanaan pembinaan di usia pelajar itu sangat berkonsep, oleh karena itu dengan hasil dari pada Popwilnas kemarin dengan memboyong 22 medali emas dari 8 cabor, baik itu yang beregu maupun perorangan yang di tunjukan oleh kontingen Jabar itu sangat signifikan. Dan ini merupakan modal awal Disorda dalam rangka menyusun program tahun 2011 di Riau dan mempersiapkan Popnas dengan mempertandingkan 17 cabor, itu merupakan persiapan untuk atlet-atlet muda dalam mempersiapkan Jabar di PON 2016.”Secara jangka panjang itu merupakan persiapan kontribusi untuk atlet-atlet berusia muda yang dilakukan Disorda Jabar untuk kepentingan mengadapi PON 2016,”Ujar Nandang.

Sisa enam tahun dalam jangka waktu yang akan dihadapi Jabar di PON 2016, itu merupakan potensi yang harus dipertahankan semuanya oleh Disorda Jabar, dan proses ini yang akan menjadi inovasi dan reketelisasi sistem pembinaan Disorda Jabar, untuk menghasilkan semua itu harus bersinergi antara Disorda, induk kepengurusan, Koni, termasuk Kabupaten dan Kota yang ada di Jabar untuk bersama-sama memikirkan bagaimana sistem yang akan dibuat kedepannya.”Kita harus bersama-sama bersinergi saling mengisi untuk mencapai sebuah sistem yang nantinya menjadi sebuah hasil yang memuaskan,”Tuturnya.

Menurut Nandang Popwilnas kali ini jika dibandingkan dengan Popwilnas tahun lalu yang di dapat oleh kontingen Jabar terlihat jelas sangat jauh, saat itu kontingen Jabar hanya mampu meraih 8 medali emas dan sekarang hampir keseluruhan cabor dapat didominasi. Dari keseluruhan saja cabor pencak silat meraih 18 medali emas dan cabor yang beregu hampir semua di sikat habis oleh kontingen Jabar, seperti Tim Basket yang berhasil mengawinkan kemenangannya antara tim putra dan putrinya, bola volly mengikutinya dan bulu tangkis pun meraih hasil yang memuaskan serta di tenis meja hanya putri yang lolos, yang tidak terduga oleh Disorda yakni cabot sepak bola yang sebelumnya secara dua kali berturut-turut tidak mampu lolos lamun sekarang berhasil menempati tempat yang terbaik.”Sepak Bola yang menjadi primadona di Popwilnas kali ini berhasil lolos dan bukan hanya meloloskan namun berhasil menjadi juara,”Tegasnya Nandang. Untuk selanjutnya Kasi Olahraga Disorda akan segera mengevaluasi dari hasil Popwilnas serta sampai sekarang beliau masih menunggu konfirmasi untuk Popnas dari tuan rumah Riau, karena pelaksanaanya yang akan dilaksanakan apakah bulan juli atau bulan Oktober.” Jelas dua strategi sistem pembinaan atlet yang akan dilakukan Disorda, kalau dilaksanakan bulan Juli kemungkinan pelajar yang sekarang masih dudukl di kelas 3 masih bisa bertanding karena belum dinyatakan lulus dan apabila digulirkan pada bulan Oktober maka pelajar yang sekarang duduk di kelas 3 sudah tidak boleh main karena mereka sudah dinyatakan lulus, oleh kerena itu untuk mempersiapkan kedalam kita akan menginpetarisir atlet-atlet yang sekarang berposisi di kelas 2 SMA, dan saya yakin potensi itu ada di kita karena Popnas ini khusu bagi pala pelajar batasan usia ’93,”Tambah Nandang.***(A.191/algi)

Mahasiswa Unikom kembali Kuliah normal

Aktifitas kuliah di kampus Unikom, yang berada di jalan Dipatiukur, kembali normal, pada selasa (19/10). setelah pada senin kemarin, kampus Unikom lumpuh akibat terjadi korslet di gardu listrik.

Kepala Keamanan dan Kebersihan Unikom, Hadi Purnomo mengatakan aliran listrik yang padam di sekitar kampus itu sudah diperbaiki pihak PLN Bandung.

"Perkuliahan kembali normal sejak tadi pagi. Mahasiswa sudah kuliah seperti biasanya," jelas Hadi saat dimintai keterangan.

Menurut Hadi, sejak siang kemarin petugas PLN Kota Bandung langsung meperbaiki gardu yang terletak di sekitar area kampus Unikom. Kondisi listrik kembali normal sejak malam kemarin.

Korslet listrik yang terjadi di Unikom Bandung diwarnai ledakan tiga kali dan kepulan asap. Ratusan mahasiswa langsung dievakuasi keluar sehingga aktivitas perkuliahan pun terhenti. Tak hanya Unikom, aliran listrik ratusan rumah di sekitarnya pun padam.(Soleh)

Senin, 18 Oktober 2010

Menengok Karya Seni Mushaf Sundawi di PUSDAI Bandung

karya seni mushaf sundawi
                           

Jika anda datang ke mesjid PUSDAI (Pusat Dakwah Indonesia) Bandung, jangan lupa berkunjung ke perpustakaannya, karena selain di sana terdapat berbagai buku islam yang akan menambah wawasan beragama  anda, di perpustakaan itu juga terdapat sebuah karya seni mushaf yang diberi nama Mushaf Sundawi. 

Pada saat saya berkunjung memang suasananya sedang sepi, mungkin tidak banyak juga orang yang tahu tentang keberadaan mushaf tersebut, “ kebanyakan orang yang melihat mushaf adalah orang yang mau ke perpus ajah, kalau yang sengaja paling dari kunjungan-kunjungan” tutur salah satu petugas yang bertugas menjaga mushaf tersebut. Seni mushaf adalah merupakan perpaduan keindahan antara kehandalan para khattat (kaligrafer) dan fannan al zakhrofi (illuminator), yang pada hasil akhirnya dapat menampilkan seni mushaf yang sempurna dan monumental. 

Jejak seni mushaf di Indonesia dapat dijumpai mulai dari aceh, Sumatra barat, dan pesisir utara jawa mulai dari banten, Cirebon serta jawa timur dan Madura. Dari Kalimantan, Sulawesi, ternate, dan daerah dimana islam berpijak sudah dapat dipastikan ditemukan mushaf tulisan tangan dan dihiasi dengan iluminasi.

Selasa, 12 Oktober 2010

CALO TIKET MERAMAIKAN LAGA PERSAHABATAN TIMNAS INDONESIA VS MALADEWA

Menjelang laga persahabatan antara timnas Indonesia Vs timnas Maladewa sore nanti Selasa (12/10), sejak pagi sekitar pukul 10.00 WIB, para pedagang baju dan makanan  sudah sangat ramai memadati sekitaran stadion Siliwangi Bandung tempat dimana digelarnya laga persahabatan tersebut. Mereka mulai bersiap-siap untuk ikut memeriahkan laga persahabatan antara tmnas Indonesia dan timnas Maladewa.
Selain para pedagang baju, dan makanan, para calo tiket pun sudah terlihat ramai menawarkan tiket pertandingan kepada para pengendara motor yang melintas di depan stadion siliwangi. Dan tentu saja harga tiket yang ditawarkan jauh lebih mahal dibandingkan membeli di loket.
Sementara itu Arif (pedagang baju),mengatakan pertandingan antara timnas Indonesia dan Maladewa memberi rizki tersendiri bagi dirinya. Karena kemungkinan baju-baju yang di jajaknanya akan laku terjual dan memberi keuntungan bagi dirinya.**(soleh)



  

kisah dari sekitar bandung

Masjid al usto sukamiskin, masjid kuno di kota bandung

Kolam air di depan masjid menjadi ciri khas masjid di zaman dulu
Dulu Keberadaan masjid di pergunakan sebagai tempat untuk mengajarkan agama Islam kepada masyarakat
Tak semua orang yang masuk masjid mengerti harus dalam keadaan suci. Melihat Masjid Pesantren Sukamiskin, Kota Bandung, yang dikenal juga bernama Masjid Al Usto, setiap jamaah seperti dibawa pada masa puluhan tahun silam. Masjid ini di bangun pada tahun 1952 sampai tahun 1958, Selain bentuk bangunannya yang sederhana dan klasik, kolam air di depan masjid pun akan membuat kita seperti berada di alam perkampungan. “Masjid Sukamiskin Di Beri Nama Al Usto Karena Dulu Posisinya Yang Berada Di Tengah-Tengah Karena Di Atas Dan Di bawah Ada Mesjid Lagi, Al Usto Itu Artinya Tengah”jelas Fiqi, putra dari pimpinan Pondok Pesantren Sukamiskin.

Senin, 11 Oktober 2010

Tim Bola Basket Jabar Harus Sudah siap


Sesuai yang di instruksikan Koni Jabar mengenai tim bola basket jabar. Pada tanggal 9 Oktober kemarin, tim Bola basket Jabar harus sudah mengikuti pelatda PON , dan harus sudah memanggil calon-calon pelatih untuk menangani pelatda PON pada masa desentralisasi ini. Daftar nama pemain pun sudah di setorkan kepada Koni sebanyak 150%. Mengenai tim beregu seperti Bola basket ini, Koni harus lebih sering mepertemukan para pemain dan memberikan pelatihan yang ekstra secara rutin baik itu di dalam lapangan atau pun diluar lapang serta harus sering melakukan pertandingan di dalam maupun diluar kota, ini bertujuan supaya para pemain dalam bertanding dapat lebih kompak dan juga ini adalah sebagai ajang promosi pendeglarasian bagi atlet. Meskipun sekitar 80% yang menghuni cabor basket ini di dominasi oleh para atlet kota Bandung, namun manajemen pun mengatakan tidak ingin proses pendisentralisasian ini hanya dilakukan di kota Bandung saja . "cabor Bola basket ini tidak bisa memberikan disetralisasi hanya kepada perseorangan"Ujar Nandang Kepala Seksi (Kasi) Olahraga Disorda Jabar.

Dalam meningkatkan kualitas pelatihan, manajamen bola basket jabar sudah melakukan pendekatan dengan beberapa pelatih bertaraf Nasional seperti pelatih-pelatih yang sekarang sedang menghuni, melatih tim-tim yang mengikuti ajang Bola Basket paling bergengsi di Indonesia yakni Natioal Basket League (NBL). Karena titik berat tim basket jabar ini bertumpuk di putra dan manajemen pun akan menekan satu no beregu tim bola basket putra, dan apabila peluang itu bagus maka manajeman akan lebih memfokuskan ke tim putra." kami sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa pelatih bertaraf Nasional dan mereka menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungannya berupa kosultasi bimbingan serta konsultasi tekhnis".katanya.

Frekuensi uji coba serta jumlah dalam pertandingan cabor bola basket harus lebih banyak dilakukan karena basket merupakan permainan yang mengandalkan kekompakan, dan untuk meraih semua itu, Jabar dalam munas perbasi bulan Desember yang akan datang, akan mengajukan usul untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan babak kualifikasi PON."kami akan mengusulkan pada munas perbasi agar Jabar menjadi tuan rumah babak kulifikasi PON"Tambahnya  Nandang Rukanda Kasi Olahraga Disorda Jabar.***(Algi )