KONTINGEN Jawa Barat (Jabar) pada Popwilnas 2010 Palembang Sumatra Selatan, telah meraih hasil yang sangat memuaskan, seperti apa yang telah di ungkapkan oleh ketua kontingen Jabar pada Popwilnas ini Tries M Hafied. Menuturkan kepada tim Motekar bahwa apa yang telah diraih oleh Kontingen Jabar pada Popwilnas kali ini adalah buah hasil dari kerja keras melalui kebersamaan dan kekompakan yang telah di tunjukan oleh para atlet dan official.”Alhamdulillah semua sesuai dengan harapan kita, kita mampu menempati tempat yang terbaik di ajang Popwilnas ini dengan menjadi Juara umum,”Tuturnya Tries pada saat ditemui di ruang kerjanya.
Popwilnas kali ini merupakan babak kualifikasi untuk Popnas yang akan datang, dari keseluruhan cabor yang dipertandingkan di Popwilnas ini yakni 8 cabor dan semuanya lolos. Popwilnas kali ini dari 43 medali emas yang diperebutkan dari keseluruhan cabor, kontingen Jabar berhasil meraih 22 medali emas, 8 medali perak dan 2 medali perunggu. Yang akhirnya Jabar meraih tempat yang terbaik yakni menjadi juara umum. Di ikuti pesaing beratnya DKI Jakarta, di Popwilnas ini dan DKI harus puas berada di posisi kedua dengan meraih hasil akhir 8 medali emas, 12 medali perak, dan 6 medali perunggu. Sedangkan di posisi ketiga yang berperan sebagai tuan rumah yakni Sumatra selatan harus puas juga dengan apa yang telah dicapainya dengan meraih keseluruhan dari 43 medali emas tuan rumah berhasil mengumpulkan 5 medali emas, 7 medali perak, dan 15 medali perunggu. Tries menambahkan bahwa hasil dari Popwilnas ini mudah-mudahan dapat memperbaiki Popnas yang akan datang, setelah pada tahun sebelumnya kontingen Jabar hanya mampu menempati posisi ke empat.”Mudah-mudahan nanti di Popnas yang akan diselenggarakan di Jogja Jawa Tengah kita mampu menduduki minima di tiga besar,”Tambahnya.
Sementara itu Nandang Rukanda Kepala Seksi Bidang Olahraga Disorda Jabar pun tidak ketinggalan untuk mengungkapkan rasa bangganya dan kepuasannya setelah apa yang telah diraih oleh para kontingen Jabar pada saat bertanding di Popwilnas 2010 Palembang lalu, beliau mengungkapkan rasa puasnya secara keseluruhan terhadap penampilan perfoam para atlet pelajar kontingen Jabar.” Secara Keseluruhan kami puas dengan penampilan atlet pelajar kontingen Jabar pada saat bertarung di Popwilnas lalu,”Katany.
Hasil yang telah di tunjukan oleh kontingen Jabar merupakan hasil dari potensi Jabar untuk pelaksanaan pembinaan di usia pelajar itu sangat berkonsep, oleh karena itu dengan hasil dari pada Popwilnas kemarin dengan memboyong 22 medali emas dari 8 cabor, baik itu yang beregu maupun perorangan yang di tunjukan oleh kontingen Jabar itu sangat signifikan. Dan ini merupakan modal awal Disorda dalam rangka menyusun program tahun 2011 di Riau dan mempersiapkan Popnas dengan mempertandingkan 17 cabor, itu merupakan persiapan untuk atlet-atlet muda dalam mempersiapkan Jabar di PON 2016.”Secara jangka panjang itu merupakan persiapan kontribusi untuk atlet-atlet berusia muda yang dilakukan Disorda Jabar untuk kepentingan mengadapi PON 2016,”Ujar Nandang.
Sisa enam tahun dalam jangka waktu yang akan dihadapi Jabar di PON 2016, itu merupakan potensi yang harus dipertahankan semuanya oleh Disorda Jabar, dan proses ini yang akan menjadi inovasi dan reketelisasi sistem pembinaan Disorda Jabar, untuk menghasilkan semua itu harus bersinergi antara Disorda, induk kepengurusan, Koni, termasuk Kabupaten dan Kota yang ada di Jabar untuk bersama-sama memikirkan bagaimana sistem yang akan dibuat kedepannya.”Kita harus bersama-sama bersinergi saling mengisi untuk mencapai sebuah sistem yang nantinya menjadi sebuah hasil yang memuaskan,”Tuturnya.
Menurut Nandang Popwilnas kali ini jika dibandingkan dengan Popwilnas tahun lalu yang di dapat oleh kontingen Jabar terlihat jelas sangat jauh, saat itu kontingen Jabar hanya mampu meraih 8 medali emas dan sekarang hampir keseluruhan cabor dapat didominasi. Dari keseluruhan saja cabor pencak silat meraih 18 medali emas dan cabor yang beregu hampir semua di sikat habis oleh kontingen Jabar, seperti Tim Basket yang berhasil mengawinkan kemenangannya antara tim putra dan putrinya, bola volly mengikutinya dan bulu tangkis pun meraih hasil yang memuaskan serta di tenis meja hanya putri yang lolos, yang tidak terduga oleh Disorda yakni cabot sepak bola yang sebelumnya secara dua kali berturut-turut tidak mampu lolos lamun sekarang berhasil menempati tempat yang terbaik.”Sepak Bola yang menjadi primadona di Popwilnas kali ini berhasil lolos dan bukan hanya meloloskan namun berhasil menjadi juara,”Tegasnya Nandang. Untuk selanjutnya Kasi Olahraga Disorda akan segera mengevaluasi dari hasil Popwilnas serta sampai sekarang beliau masih menunggu konfirmasi untuk Popnas dari tuan rumah Riau, karena pelaksanaanya yang akan dilaksanakan apakah bulan juli atau bulan Oktober.” Jelas dua strategi sistem pembinaan atlet yang akan dilakukan Disorda, kalau dilaksanakan bulan Juli kemungkinan pelajar yang sekarang masih dudukl di kelas 3 masih bisa bertanding karena belum dinyatakan lulus dan apabila digulirkan pada bulan Oktober maka pelajar yang sekarang duduk di kelas 3 sudah tidak boleh main karena mereka sudah dinyatakan lulus, oleh kerena itu untuk mempersiapkan kedalam kita akan menginpetarisir atlet-atlet yang sekarang berposisi di kelas 2 SMA, dan saya yakin potensi itu ada di kita karena Popnas ini khusu bagi pala pelajar batasan usia ’93,”Tambah Nandang.***(A.191/algi)