![]() |
| karya seni mushaf sundawi |
Jika anda datang ke mesjid PUSDAI (Pusat Dakwah Indonesia) Bandung, jangan lupa berkunjung ke perpustakaannya, karena selain di sana terdapat berbagai buku islam yang akan menambah wawasan beragama anda, di perpustakaan itu juga terdapat sebuah karya seni mushaf yang diberi nama Mushaf Sundawi.
Pada saat saya berkunjung memang suasananya sedang sepi, mungkin tidak banyak juga orang yang tahu tentang keberadaan mushaf tersebut, “ kebanyakan orang yang melihat mushaf adalah orang yang mau ke perpus ajah, kalau yang sengaja paling dari kunjungan-kunjungan” tutur salah satu petugas yang bertugas menjaga mushaf tersebut. Seni mushaf adalah merupakan perpaduan keindahan antara kehandalan para khattat (kaligrafer) dan fannan al zakhrofi (illuminator), yang pada hasil akhirnya dapat menampilkan seni mushaf yang sempurna dan monumental.
Jejak seni mushaf di Indonesia dapat dijumpai mulai dari aceh, Sumatra barat, dan pesisir utara jawa mulai dari banten, Cirebon serta jawa timur dan Madura. Dari Kalimantan, Sulawesi, ternate, dan daerah dimana islam berpijak sudah dapat dipastikan ditemukan mushaf tulisan tangan dan dihiasi dengan iluminasi. Sedangkan penulisan al qur’an mushaf sundawi merupakan refleksi menselaraskan pembangunan dibidang material dan spiritual sesuai dengan isi pidato Presiden R.I dalam rangka menyambut kebangkitan nasional II dimana symbol pembangunan material diwakili oleh pesawat N-250 dan dibidang spiritual diwakili oleh Al Qur’an Mushaf Istiqlal sebagai pendorong untuk melahirkan karya serupa di berbagai pelosok daerah Nusantara, maka berawal dari subtansi pidato tesebut gubernur jawa barat pada waktu itu yakni H.R Nuriana memprakarsai pembuatan Al Qur’an Mushaf Sundawi pada tanggal 14 agustus 1995 yaitu bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 17 Rabiulawal 1416 H, beliau (Nuriana) telah membubuhkan “basmallah” pada lembar awal sebagai prasasti dimulainya penulisan mushaf tersebut.
Al qur’an mushaf sundawi dibuat diatas kertas jenis Conqueror Laid, Type Ripple Art Special , warna China white, 250 gr, buatan Inggris. Diatas kertas tersebut dengan prinsip pembagian bidang gubahan dengan ukuran T. 77,4 cm dan L. 45,6 cm, luas bidang kaligrafinya 38,2 X 54,55 cm, jumlah halaman 763 halaman. Perpustakaan buka mulai pukul 10.00 sampai pukul 15.30 WIB, yang mengurus mushaf sekaligus penanggung jawabnya adalah Bpk. Taufik Rahman yang juga menjabat sebagai kepala bidang pemberdayaan ummat. “mushaf sundawi ramai kalau sedang ada kunjungan saja, kebanyakan kunjungan dari sekolah-sekolah” ujar petugas perpustakaan, “berkunjung kesini juga tidak dikenakan tarif sistem infak saja, biasanya habis jumatan pengunjung akan lebih ramai”tambahnya.(abimanyu)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar