Selasa, 09 November 2010

Reward bagi atlet Jabar berprestasi



Pekan olahraga Wilayah nasional (Popwilnas) yang diselenggarakan di Palembang Sumatra Selatan Oktober 2010. Popwilnas kali ini diikuti oleh 6 peserta daerah dari 6 propinsi di Indonesia yang akan bertarung memperebutkan medali. Popwilnas merupakan sebuah ajang bagi para atlet Jabar untuk menunjukan prestasi yang setinggi-tingginya. itu pun yang akan ditunjukan oleh Fatia Sarinda (17) Putri berparas cantik yang masih berstatus pelajar di SMAN 9 Bandung, ia di Popwilnas ini akan bertarung membela tim Jabar dari cabor Bola Basket putri di Palembang. Fatia bertekad akan memberikan yang terbaik bagi tim putri bola basket Jabar di Popwilnas kali ini. Menurutnya tim putri Bola basket Jabar harus sudah siap untuk menghadapi ajang bergengsi ini."Saya, kami! siap membela tim Jabar untuk menjadi juara".Tandas fatia yang ditemui saat akan beristirahat di tempat para atlet di disentralisasi. 

Wakil ketua Kontingen Jabar Nandang Rukanda saat dimintai keterangan mengenai reward bagi atlet yang berprestasi, beliau pun menuturkan bahwa para atlet yang berprestasi di Popwilnas kali ini akan diberikan sebuah reward berupa uang pembinaan berbentuk beasiswa ataupun sebagainya dan itu semua sudah di siapkan, rata-rata seluruh atlet yang mengikuti Popwilnas ini adalah pelajar. saat ditanya mengenai berapa nominal uang yang akan diberikan beliau tidak berani menyebutkannya."yang pasti ada" Ujarnya. beliaupun menambahkan "pokoknya kami sudah siapkan anggaran khusus bagi para atlet yang berprestasi, itu semua bertujuan usebagai penyemangat agar para atlet terpacu untuk menjadi juara".Tambahnya.***(T-2/Algi)

Disorda siapkan Atlet Muda Untuk Jabar 2016

atlet muda tenis meja Jawa Barat
atlet muda bola basket
Disorda yang memiliki tekad untuk menjadikan Jawa Barat (Jabar) menjadi salah satu kekuatan olahraga yang diperhitungkan di kancah nasional maupun internasional sebagaimana tema yang di usung dalam acara puncak Haornas tingkat Jabar lalu “KEBANGKITAN OLAHRAGA NASIONAL RAIH PRESTASI DUNIA”  serta menjadikan warga Jabar pada tahun 2016 akan peduli berolahraga minimal 50% dan Olahraga sebagai gaya hidup manusia Indonesia yang modern khususnya di Jabar. Sepertinya untuk menjadi itu Jabar tidak akan ada kesulitan. Dapat kita lihat prestasi atlet-atlet Jabar binaan Disorda dan juga beberapa penghargaan yang diberikan oleh pemprop Jabar kepada perwakilan masyarakat Jabar yang terlihat telah menunjukan dedikasinya dalam kemajuan olahraga di Jabar. Baik itu olahraga prestasi maupun non prestasi, dan itu sudah melihatkan kemajuan yang sangat signifikan.

Salah satunya Kontingen Jawa Barat yang mengikuti pertandingan di Popwilnas Palembang 2010 kali ini sudah sangat terlihat ada kemajuannya yang sangat baik, bisa dibandingkan dengan ajang-ajang Popwilnas sebelumnya dengan Popwilnas kali ini. Menurut Kadisorda Jawa Barat DR.H.Amung Ma’mun,M.PD saat di temui di ruang kerjanya menuturkan."Popwilnas kali ini terlihat  sangat bagus dan memuaskan dan saya yakin kita akan mendapatkan juara umum serta prospek untuk Popnas yang akan datang dengan hasil yang seperti ini dapat kita bandingkan dengan tahun yang lalu bagaimana,"Tutr Kadisorda yang sebelumnya telah hadir di Palembang meskipun tidak sampai akhir kegiatan.

Saat disinggung tentang PON Kadis pun menyanggahnya bahwa PON kopetensinya tidak disini dan atlet-atlet muda ini bukan untuk kepentingan PON, PON 2012 itu adalah kompeten dari pada Koni, namun untuk atlet-atlet muda ini adalah sebagai kepentingan Jabar 2016. Kemudian dalam mempersiapkan Atlet-Atlet muda, Disorda dari sekarang sudah siap dengan program dalam menghadapi kepentingan di tahun 2016 Disorda akan mengolah atlet-atlet baru serta menurutnya sebelum Koni Jabar menyelenggarakan pelada pada tahap menuju 2016, Disorda akan mempersiapkan sistim pembinaan untuk menuju Jabar 2016."Atlet-atlet muda ini ingin kami jadikan lokomotif di tahun 2016, serta akan kita coba dalam sistem pembinaan dalam konteks Jabar institut of sport dan di bina secara propesional"Katanya.

Hasil dari pada itu dapat di lihat dari apa yang telah terjadi pada kegiatan sebelumnya, dan contoh dari itu sekarang terlihat dengan meningkatnya kemajuan dari pada tim sepak bola Jabar pada Popwilnas dua kali terakhir ini tim Jabar tidak pernah lolos dalam final Popwilnas, namun untuk kali ini tim sepak bola Jabar berhasil lolos masuk final, serta dalam regenerasi atlet menurut Kadisorda, itu sangat perlu di lakukan serta menurutnya atlet-atlet PON 2012 itu ada kemungkinan takan menjadi kekuatan Jabar di 2016, oleh karena itu untuk 2016 atlet harus di desain lebih awal."Regenerasi atlet itu perlu dilakukan di Jabar, karena itu untuk menghadapi 2016 atlet Jabar harus di desain lebih awal,"menurutnya. Sedangkang tanggapan Kadisorda tentang Haornas yang kemaren sudah dilaksanakan. Amung menuturkan bahwa hasil kegiatan Haornas kemarin bukan hanya rutin saja digelar namun Disordapun ingin membangkitkat gairah penduduk Jabar 2016 minimal 50% untuk sadar  akan berolahraga."Kita menginginkan Minimal 50% penduduk Jabar tahun 2016 sudah peduli akan berolahraga,"menurutnya.
Serta terhadap Sarjana Pendamping Penggerak Pembangunan Olahraga (SP3OR) dan 10 orang bintang iklan penggerak pembangunan olahraga di Jabar, Kadisora berharap agar senantiasa dapat lebih meningkatkan dan menggerakan olahraga di masyarakat Jabar khususnya di wilayah pedesaan dengan program yang telah di sediakan oleh Disorda. seperti olahraga pedesaan semestinya olahraga tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat sekitar."Semoga apa yang di lakukan mereka dengan program yang diberikan Disorda mampu membangkitkan dan memotivasi masyarakat Jabar untuk berolahraga,"Tambahnya.***(T-3/Algi)

Tim Basket Unikom Gagal Latihan karena Hujan

Skuard Tim Basket Unikom 2010 untuk Libama Divisi II Di Bogor Senin (29/11) yang akan datang.

Tim Bola Basket Unikom Bandung gagal melakukan latihan di lapang Sabuga ITB Bandung. Selasa (9/11) sore. Di sebabkan cuaca hujan yang begitu deras sehingga tim hanya melakukan pemanasan dan latihan fisik di area sabuga yang terhingar dari hujan. Dalam waktu terdekat ini Tim bola basket putra Unikom akan menghadapi liga basket antar mahasiswa (Libama Divisi II) yang akan di gulirkan di kota Bogor . Untuk menghadapi Libama divisi II ini , Program latihan akhir-akhir ini lebih di tingkatkan. Seprti yang di katakan oleh Mas Beng kepala pelatih basket Unikom menuturkan  bahwa anak asuhnya dalam mengadapi event ini harus lebih di tingkatkan baik iu dalam porsi latihan ataupun fisik.”Untuk mencapai target lolos di divisi II ini, saya lebih memberikan porsi lebih dari sisi fisik karena anak-anak, yang saya lihat sampai sekarang dalam fisiknya masih sangat kurang bahkan lebih dari kurang,”Tuturnya. Sedangkan menurut Tomy ketua UKM basket Unikom Bandung mengatakan bahwa akhir-akhir ini selalu mengahdapi kendala cuaca di setiap akan melakukan latihan.”kami selalu menghadapi kendala hujan bila akan melakukan latihan di sore hari di outdor, kenapa kita tidak memilih di dalam ruangan untuk berlatih, karena bila kita menyewa gor kita akan mengluarkan biaya yang cukup tinggi sedangkan subsidi dari kampus tidak mencukupi,”Katanya disela-sela hujan.***(T-1/Algi).

Keindahan Situs Megalitik Gunung Padang


Sebuah situs Megalitik Gunung Padang yang terletak di sebuah Desa yang tenang, jauh dari kebisingan suara kendaraan bermotor yaitu desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur dipercayai oleh para ahli Arkeologi sebagai situs Megalitik terbesar di Asia Tenggara. Sebuah peninggalan prasejarah di Provinsi Jawa Barat yang sangat potensial menjadi tujuan wisata budaya yang bernilai ekonomi tinggi. Namun, sungguh sangat di sayangkan situs megalitik ini kurang  mendapat perhatian dari pemerintah daerah sehingga terlihat kurang terawat dengan baik. Selain itu, jarak yang cukup jauh dari jalan negara Cianjur-Sukabumi (20 km lebih) dengan jalan yang sempit berliku-liku dan beraspal tipis sehingga mudah hancur oleh satu kali musim hujan, menjadi kendala pertama para calon pelancong.
ketika akan mendekati lokasi situs, kendala lain sudah menghadang pula, tidak adanya penunjuk arah menuju lokasi situs membuat para pelancong yang akan berkunjung ke lokasi situs menjadi bingung, dan jalan yang sangat rusak menambah sulitnya menuju situs megalitik gunung padang.
Menyadari banyaknya kendala pengembangan di balik potensi wisata yang luar biasa ini, Balai Pengelolaan Purbakala dan Nilai-nilai Sejarah Tradisional Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, pernah mengadakan kegiatan positif berupa "Bakti Wisata" yang diikuti oleh masyarakat dan mahasiswa. Kegiatan itu, diharapkan dapat merintis pengembangan ke arah wisata yang lebih baik dan menarik perhatian serius penanganan situs yang menjadi jalur budaya Megalitik Asia-Pasifik ini
Tetapi, bagi para pelancong yang ingin mendapatkan nilai lebih dari aktivitas berwisatanya, rasanya kendala tersebut justru menjadi bagian dari perjalanannya yang akan menjadi catatan pengalaman yang mengasyikkan

(T2/Moch Solehudin).

Cisaranten Dilanda Hujan Angin

nampak rumah warga yang rusak akibat terpaan hujan angin
Hujan lebat di sertai hujan angin kencang, melanda daerah bandung dan sekitarnya khususnya daerah cisaranten, selasa (9/11) sekitar pukul 15.00 WIB. Akibat guyuran hujan beberapa titik jalan mengalami banjir cileuncang yang cukup tinggi. Selain itu, sejumlah genting rumah-rumah warga sekitar cisarantenjuga berjatuhan.

Pemadam Kesulitan Menjinakan Si jago Merah

Padatnya rumah penduduk membuat para petugas Pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran Kota Bandung (DISKAR), sangat kesulitan untuk memadamkan sumber api yang membakar salah satu rumah di kampung Haur Pancur, kel Lebak gede, kec Coblong, Kota Bandung pada Senin (8/11) malam. Selain itu, warga yang bekumpul di sekitar lokasi kejadian menambah sulitnya para petugas untuk memadamkan api.
  

Menurut salah satu petugas pemadam kebakaran yang berada di lokasi kejadian, menuturkan " kami sangat kesulitan untuk menuju sumber titik api, selain banyaknya warga yang berkumpul, padatnya rumah penduduk juga membuat kami bingung untuk menemukan sumber api. melihat saling berdempetannya rumah-rumah warga sekitar membuat Petugas itu pun menghawatirkan jika sumber titik api tidak segera dipadamkan api akan menjalar ke rumah lainnya. Dan itu akan sangat merugikan sekali, Terangnya.
 

Sementara itu, sejumlah warga yang rumahnya berdekatan dengan sumber api, sibuk menyelamatkan barang-barangnya untuk di evakuasi. karena ditakutkan api akan menjalar kerumah lainnya.  
Sekitar pukul 20.00 WIB petugas pemadam kebakaran yang dibantu warga sekitar berhasil memadamkan api. Unuk memadamkan api, DISKAR Kota Bandung menerjunkan sekitar 5 unit mobil pemadamnya.Dan penyebab kebakaran pun belum dapat dipastikan. (T1/moch solehudin)


     








      

Hujan lumpuhkan Kota Bandung



Hujan deras  yang mengguyur Kota Bandung sejak pukul 13.30 WIB selasa (9/11) mengakibatkan

banjir di sejumlah titik. bahkan di ruas Jalan Djunjunan atau Pasteur tingginya mencapai

paha orang dewasa. Banjir tersebut membuat kemacetan yang sangat parah.

Titik banjir yang paling parah terjadi di depan mal BTC. Kondisi lalu lintas benar-benar

lumpuh total. kedua ruas jalan tak bisa dilalui oleh para pengendar sepeda motor dan juga

mobil. 

 Banyak sekali dari para pengguna jalan yang memutuskan untuk memutar jalan. karena jalan

yang tidak mungkin dapat dilalui. tapi ada juga yang terpaksa harus menunggu surutnya

genangan air, karena terjebak didalam kemacetan.

Salah satu pengendara motor yang terjebak didalam kemacetan menuturkan, "banjir kali ini

sangat parah, padahal biasanya setiap hujan besar sekalipun tidak sampai separah ini,

"tuturnya".

Hingga berita ini dikabarkan, kemacetan di arah pasopati menuju ke pintu tol pasteur masih terlihat padat. (T3/moch solehudin)

Senin, 08 November 2010

Pesantren Sukamiskin, Banyak Pahlawan dan Ulama Besar Berasal dari Pesantren ini

lubang pasca pemboman oleh tentara jepang

Pesantren Sukamiskin, Pesantren Tertua Di Bandung
Tidak sedikit ulama-ulama dan para Kyai yang sekarang mempunyai nama serta berpengaruh besar dalam masyarakat priangan khususnya dan masyarakat daerah Jawa Barat umumnya adalah hasil gemblengan dan godogan ilmu di Pondok Pesantren Sukamiskin
Banyak yang tidak menyangka pesantren sukamiskin telah berdiri cukup lama, dan banyak menghasilkan para kyai yang akhirnya mendirikan pesantren-pesantren di kota Bandung. Pondok Pesantren Sukamiskin berada di bawah pimpinan KH.R. Muhammad Alqo selama kurang lebih 29 tahun yakni dari tahun 1881 M sampai dengan 1910 M atau tahun 1300 H sampai dengan 1329 H. Dalam jangka waktu sekian ini beliau berhasil mendidik siswa-siswanya sehingga menjadi ulama besar, sebagai salah satu dari pada murid beliau adalah yang menjadi Pahlawan Nasional K.H. Zainal Musthofa almarhum. “Pesantren Ini Cukup Berperan Dalam Sejarah Perkembangan Pesantren Di Bandung,Selain Itu Juga Menghasilkan Lulusan Yang Juga Menjadi Pahlawan Nasional, Semisal KH. Zainal Mustofa Yang Gugur Sebagai Syuhada Ketika Melawan Penjajah” tutur Fiqi, putera dari pimpinan pesantren ini.
Dalam periode ke II, yaitu setelah K.H.R. Muhammad Alqo mengakhiri hayatnya, pimpinan Pondok Pesantren beralih pada puteranya 

Masjid Al Imtizaj, Mesjid Baru Bergaya Etnis Tionghoa Di Bandung

kehadirannya diharapkan dapat menyatukan etnis tionghoa dan pribumi dalam satu agama


Satu lagi mesjid etnis tionghoa baru di Bandung, tepatnya di Jalan Banceuy No.8 atau yang dulu gedung tersebut lebih dikenal dengan nama Rumah Matahari yang sekarang diganti namanya menjadi Gedung Abdurrahman Bin Auf Trade Center (ATECE). Pada saat saya berkunjung, dari kejauhan sudah terlihat nuansa merah menyala dari arah bangunan masjid, Dengan ciri khas bangunan asli tionghoa sungguh sangat menarik perhatian setiap orang yang melewati jalan banceuy. “Masjid Al-Imtizaj mempunyai arti Pembauran atau dalam bahasa tionghoanya yaitu Ronghe” tutur irwan setiawan salah seorang pengurus bidang umum dari Masjid Al Imtizaj.